Tahun 2016 Adalah Akhir Riwayat YAHOO! sang Mantan Raja Internet

Posted on
yahoo1

Dahulu nama Yahoo di dunia internet begitu populer. Saya masih ingat dulu antara masih sekolah SMP-SMA begitu bangganya saat punya email di Yahoo. Melakukan pencarian lewat Yahoo dan juga adanya aplikasi chat Yahoo Messenger juga sangat mengesankan saat itu. Namun hal itu tidak berlangsung lama setelah kemudian muncullah Google yang dengan cepat merebut hati para

pengguna Yahoo dan mulai banyak yang beralih ke Gmail.
 
Tahun 1990′ an memang masanya Yahoo dan dikenal sebagai raja internet. Produk andalan Yahoo saat itu adalah mesin pencari Yahoo, email (Yahoo mail), Yahoo messenger, dan Flikcr (aplikasi foto). Saat itu benar-benar seperti tanpa pesaing dan produk-produk tersebut sangat mendunia.
 
Yahoo yang didirikan oleh Jerry Yang dan David Filo pada tahun 1994 tumbuh cepat dengan pengguna mencapai ratusan juta. Pada tahun 1996, Yahoo mencapai puncaknya yang bernilai hingga 125 milliar dollar AS. Dua tahun kemudian muncul Google yang masih bayi dan kesalahan dibuat oleh Yahoo yang saat itu mempunyai kesempatan besar untuk membeli Google seharga hanya 1 milliar dollar, namun Yahoo menolaknya. Bahkan saat kemunculan Facebook tahun 2004, Yahoo pun melakukan kesalahan yang sama dengan menyia-nyiakan kesempatan membeli “bayi” Facebook.
 
Dan sekarang Google dan Facebook mendominasi dunia internet dengan segala lini bisnisnya. Yahoo yang terlalu percaya diri saat itu dan mengabaikan inovasi baru akhirnya terseok-terseok dan tertinggal jauh diantara Google dan Facebook. Pada akhirnya pendapatan Yahoo berkurang terus-menerus dan memasuki masa kekacauan.
 
Yahoo mulai menuju masa kritis. Pada tahun 2008 Microsoft sempat menawar untuk membeli Yahoo seharga 45 milliar dollar namun tawaran tersebut ditolaknya. Dan untuk memperbaiki dan mengembalikan ke masa jayanya, Yahoo merekrut mantan eksekutif Google Marissa Mayer untuk menjabat sebagai CEO Yahoo sejak 2012. Namun harapan yang besar itu sirna karena pada akhirnya Mayer tetap gagal mengangkat kembali nama Yahoo.
 
Yahoo dibawah kepemimpinan Mayer sempat membeli jejaring sosial dan microblogging Tumblr, yang sepertinya tidak terlalu sukses. Dan juga membeli 40 persen saham Alibaba senilai 1 milliar dollar AS, yang memberi nafas bagi Yahoo karena pada akhirnya Alibaba menjadi raja e-commerce di China yang membuat nilai sahamnya meroket.
 
Pada tahun 2016, Yahoo yang jatuh bangun memperbaiki diri akhirnya menyerah dan menawarkan diri kepada investor untuk mengakuisisi. Dan dari sekian banyak yang berminat akhirnya Verizon yang terpilih. Perusahaan telekomunikasi Verizon akhirnya membeli Yahoo hanya 4,8 milliar dollar AS. Hal itu sangat ironis karena di masa jayanya harga Yahoo mencapai 125 milliar dollar AS dan sempat menolak Microsoft 45 milliar dollar AS. Juli 2016 adalah akhir dari riwayat Yahoo sebagai perusahaan independen.
 
Setelah bergabung dengan Verizon, mungkin akan ada wajah baru Yahoo di kemudian hari.

sumber : Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *