6 Hal Yang Sulit Dilakukan Manusia Di Luar Angkasa Layaknya di Bumi

Posted on

“Berada di lingkungan tanpa gravitasi mengharuskan manusia menerapkan cara kerja yang jauh berbeda untuk bertahan hidup daripada saat berada di lingkungan gravitasi bumi.”

Kita hidup di Bumi dengan lingkungan gravitasi dengan ukuran yang pas, tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan. Tubuh kita juga secara otomatis bekerja disesuaikan dengan kondisi gravitasi bumi. Semua benda dan makhluk hidup di bumi sudah tersesuaikan dengan gravitasi bumi, sehingga akan menjadi sebuah pertanyaan bagaimana jadinya apabila semua itu berada di luar angkasa yang tanpa gravitasi.

Berikut ini 6 hal yang tidak dapat dilakukan di luar angkasa tanpa gravitasi selayaknya di bumi:

1.Menggunakan Bolpoin atau Pensil

Alat tulis tentu tak akan bisa lepas dari para astronout untuk kebutuhan penelitian. Namun bolpoin yang biasa kita gunakan di bumi dengan lancar ini ternyata tidak akan dapat digunakan untuk menulis di kondisi tanpa gravitasi. Tinta bolpoin tidak akan dapat keluar dikarenakan tidak adanya Energi Potensial (Ep=0), syarat Ep adalah gravitasi. Misal tinta tersebut keluar dari wadahnya, maka yang terjadi justru akan berhamburan melayang-layang karena hampa udara. Kenapa tinta tersebut di bumi dapat menempel di kertas? jawabannya karena di bumi mempunyai tekanan dan suhu yang menyebabkan tinta dapat merekat ke media kertas.

Permasalahan ini tentu telah ada solusinya sejak lama. Sebenarnya bisa menggunakan pensil karena pensil tidak dipengaruhi oleh gravitasi layaknya tinta, namun pensil bila sampai patah maka serpihannya akan kemana-mana dan membahayakan astronot.

Bolpoin luar angkasa
Pena Luar Angkasa (image: vempuzka.wordpress.com)

Pada tahun 1965, Paul Fisher berhasil menciptakan pena Anti Gravity dan NASA memutuskan menggunakannya tahun 1968 untuk program Apollo. Pena tersebut menggunakan catridge bertekanan nitrogen sehingga tinta yang juga berbahan khusus dapat tetap mengalir.

2.Menangis

Saat berada di luar angkasa, menangis menjadi suatu hal yang sulit dilakukan dan sebaiknya jangan menangis. Pada saat menangis di lingkungan tanpa gravitasi, airmata tidak akan jatuh, justru hanya mengumpul di sekitar mata dan setelah itu menyebar kemana-mana.

Seperti terlihat pada video berikut ini.

3.Mandi

Air bila di bumi dapat mengalir lancar, namun di luar angkasa tanpa gravitasi, air akan mengambang di udara dan berbentuk seperti gelembung gel. Hal itulah yang menyulitkan astronot untuk mandi, tentu ada cara khusus untuk mandi yaitu dengan berada di sistem silinder kantong plastik. Astronot menggunakan spon untuk membersihkan badan untuk menghemat, dan bila ada percikan air maka sistem silinder tersebut akan menyedot sehingga tidak akan melayang kemana-mana.

Seperti terlihat di video berikut ini.

4.Mencuci Tangan

Sama halnya seperti mandi, mencuci tangan juga ada cara khusus. Meskipun itu hal yang kelihatannya remeh, namun di luar angkasa menjadi hal yang beda. Caranya yaitu menggunakan kantong plastik yang berisi air dengan perbandingan air dingin 2 ons dan air panas 6 ons. Kantong tersebut dipencet dan akan keluar gelembung air gel yang dapat ditangkap dan digunakan untuk membersihkan tangan. Karena air sangat terbatas, maka penggunaannya juga harus hemat.

Seperti terlihat di video berikut ini.

5.Melakukan Sex

Pertanyaan tentang bagaimana melakukan hubungan intim di luar angkasa ini sudah sering dilontarkan bahkan para ilmuwan berusaha meneliti dan mencari cara. Pada kenyataannya sampai saat ini belum ada yang dapat melakukan hubungan intim di ruang hampa.

sex in space
sex in space (image: futurism.com)

Tentu bukan perkara mudah untuk melakukan sex di ruang tanpa gravitasi, karena untuk melakukan gerakan butuh gravitasi. Kondisi ruang hampa juga membuat kinerja tubuh berbeda, aliran darah tidak dapat ke bawah dengan mudah sehingga pria juga sulit untuk ereksi.

Lagipula di pesawat ruang angkasa tidak banyak ruang yang luas dan privasi kecuali toilet. Dan juga astronot dituntut untuk profesional dalam bekerja karena sebuah kesalahan akan dapat mengancam nyawa juga.

6.Hamil

Misal saja ada astronot yang ditugaskan ke luar angkasa ternyata hamil, maka pertumbuhan bayi di dalam kandungan pasti sangat berpengaruh. Pertumbuhan organ, tulang, otot sangat dipengaruhi oleh gravitasi. Tulang dapat tersusun seperti ini karena gaya gravitasi, sehingga tulang dapat tumbuh dan bertumpuk-tumpuk. Bayangkan bila bayi tumbuh di tempat tanpa gravitasi, pertumbuhan tulangnya menjadi terhambat dan kemungkinan bentuknya pun jadi berbeda dengan manusia normal. Begitu pula organ-organ tubuh juga dipengaruhi oleh gravitasi dari posisinya hingga cara kerjanya. Mungkin harus ada cara tertentu agar manusia dapat hamil dan melahirkan di luar angkasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *