Mengapa Puasa di Eropa Lebih Lama Daripada di Asia

Posted on

Mengapa puasa di Eropa lebih lama daripada di Asia? Bahkan di Islandia bisa mencapai 21 jam dibandingkan di Indonesia yang hanya 13 jam.

Lamanya waktu berpuasa mengacu pada lamanya siang dan malam. Lama waktu puasa di negara bagian utara berbeda dengan bagian khatulistiwa dan bagian selatan. Pada tahun ini, untuk belahan bumi bagian utara, lama waktu siang hari bisa lebih panjang daripada malam. Itulah mengapa puasa di Eropa lebih lama. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat peta lamanya waktu berpuasa di berbagai negara berikut ini.

mengapa puasa di eropa lebih lama
Lama waktu puasa negara di seluruh dunia di ramadan 2017

Gambar tersebut menunjukkan bahwa untuk negara di belahan bumi utara memiliki rata-rata lama waktu puasa lebih panjang daripada di belahan bumi selatan. Terlihat bahwa puasa tahun 2017 di bulan Mei-Juni ini, waktu terlama 21 jam berada di negara Islandia, 20 jam di Cina utara. Waktu terpendek berada di daerah Amerika Selatan, Afrika Selatan dan Australia.

Kita dapat membandingkan puasa tahun 2014 di bulan Juni-Juli, waktu terlama di negara Islandia 22 jam dan terpendek di Australia 10 jam. Seperti terlihat di bawah ini.

mengapa puasa di eropa lebih lama

Ternyata terdapat perbedaan waktu antara puasa di tahun 2014 (Juni-Juli) dengan tahun 2017 (Mei-Juni). Dan untuk memahami adanya perbedaan-perbedaan waktu tersebut, kita perlu memahami tentang rotasi bumi dan revolusi bumi.

Bumi itu bulat, ketika salah satu sisi bumi terkena paparan sinar matahari maka terjadi siang hari dan di sisi sebaliknya terjadi malam hari. Ketika di Indonesia telah masuk waktu siang maka di Inggris masih malam hari. Terjadinya siang dan malam tersebut merupakan akibat dari rotasi bumi.

Rotasi bumi adalah peputaran bumi pada porosnya (poros -> sumbu rotasi yang menghubungkan kutub utara dan selatan melalui garis imajiner). Dalam satu kali bumi berotasi membutuhkan waktu 24 jam atau sekali rotasi bumi sama dengan satu hari.

Ketika bumi berotasi, secara bersamaan bumi juga bergerak mengelilingi matahari, yang disebut sebagai revolusi bumi. Akibat dari revolusi bumi ini akan menyebabkan perbedaan lamanya waktu siang dan malam.

Waktu yang dibutuhkan bumi mengitari matahari adalah 365 1/4 hari atau sekali revolusi sama dengan satu tahun kalender matahari.

Dalam berotasi, bumi berputar pada poros yang ternyata tidak tegak lurus namun memiliki kemiringan sekitar 23,5 0 terhadap perpotongan bidang ekuatorial bumi dan bidang orbit bumi terhadap matahari.

mengapa puasa di eropa lebih lama
sumbu rotasi via langitselatan.com

Gabungan antara revolusi bumi dan kemiringan sumbu rotasi bumi menyebabkan perbedaan waktu siang dan malam. Kita yang berada di Indonesia tidak akan merasa ada yang spesial karena waktu siang dan malam hampir seimbang. Namun untuk negara di sekitar kutub utara atau selatan, perbedaan waktunya sangat terasa jauh berbeda.

mengapa puasa di eropa lebih lama
rotasi dan revolusi bumi via wikipedia.org

Negara-negara yang berada di daerah khatulistiwa seperti Indonesia dan Brasil, mendapatkan paparan sinar matahari yang seimbang sehingga siang dan malamnya seimbang. Untuk negara di belahan utara dan selatan akan mengalami perbedaan waktu yang tidak seimbang, siang bisa lebih panjang dari malam atau sebaliknya.

Karena kemiringan sumbu bumi, maka ada saat ketika kutub utara lebih condong ke matahari. Bergesernya matahari ke arah utara terjadi pada 22 Desember – 21 Juni. Ada saat ketika kutub selatan lebih condong ke matahari. Bergesernya matahari ke arah selatan terjadi pada 22 Juni – 21 Desember. Peristiwa ini membuat matahari seolah-olah berpindah dari utara ke selatan padahal itu akibat revolusi bumi.

Ada saat ketika kutub selatan lebih condong ke matahari. Bergesernya matahari ke arah selatan terjadi pada 22 Juni - 21 Desember. Peristiwa ini membuat matahari seolah-olah berpindah dari utara ke selatan padahal itu akibat revolusi bumi.
gerak semu matahari akibat revolusi bumi via quora.com

Tanggal 22 Juni dimulainya musim panas di belahan bumi utara. Pada masa itu maka siang di belahan bumi utara lebih panjang daripada malam. Sedangkan di belahan bumi selatan, siang lebih pendek daripada malam.

Tanggal 22 Desember dimulainya musim panas di belahan bumi selatan. Pada masa itu maka siang di belahan bumi selatan lebih panjang daripada malam.Sedangkan di belahan bumi utara, siang lebih pendek daripada malam.

Baca juga : Mengapa langit berwarna biru ?

Itulah mengapa puasa di eropa lebih lama, tidaklah mengherankan bila di negara islandia bisa mencapai 21 jam berpuasa. Berpuasa di Islandia pasti berat dengan lama waktunya, namun Tuhan juga adil karena diimbangi dengan kondisi suhu yang dingin. Bila 21 jam berpuasa di daerah panas seperti Arab atau Indonesia tentu sangat berat.

Referensi : langitselatan.com, wikipedia.org, quora.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *