Macam-macam Alat Bantu Jalan dan Alat Penyangga Tubuh

Posted on

Macam-macam alat bantu jalan dan alat penyangga tubuh yang sebaiknya Anda tahu sebelum membeli. Dengan mengetahui macam dan fungsinya maka akan tepat dalam penggunaannya.

 

Alat-alat kesehatan saat ini sudah sangat lengkap untuk membantu berbagai macam kondisi pasien agar lebih mudah dalam bergerak dan beraktivitas. Beberapa alat kesehatan yang biasanya dicari adalah macam-macam alat bantu jalan dan alat penyangga tubuh. Ada baiknya sebelum membeli alat-alat kesehatan tersebut, kita mencari tahu dahulu informasi mengenai hal itu agar tidak salah dalam menggunakan. Dan tentunya kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan fisioterapis untuk membantu penggunaan alat kesehatan.

Berikut ini macam-macam alat bantu jalan dan alat penyangga tubuh, semoga bermanfaat.

Alat Bantu Jalan

1.Kruk

alat bantu jalan
Kruk

Kruk merupakan alat bantu jalan yang dapat digunakan satu atau dua (berpasangan) untuk mengatur keseimbangan. Cara penggunaannya disandarkan pada ketiak dan ada juga yang disandarkan pada lengan, sehingga agar seimbang biasanya digunakan secara berpasangan.

Penggunaan kruk ini bertujuan selain membantu berjalan juga dapat meningkatkan rasa percaya diri pasien karena mengurangi ketergantungan kepada orang lain dalam berjalan.

Indikasi penggunaan antara lain digunakan untuk pasien dengan kelemahan kaki, pasca amputasi, fraktur bawah, terpasang gibs dan pasca pemasangan gibs.

Penggunaan kruk bermanfaat untuk mencegah kelainan bentuk seperti pada kaki, mencegah otot mengecil dan kaku sendi, memelihara dan mengembalikan fungsi otot, serta membantu meningkatkan kekuatan otot.

2.Walker

alat bantu jalan
walker

Walker merupakan alat bantu jalan yang memiliki dua gagang sebagai tempat pegangan serta empat kaki sebagai penumpu. Biasanya walker terbuat dari logam atau alumunium sehingga ringan dan cocok untuk lansia.

Walker ada dua jenis yaitu walker standar dan walker beroda. Perbedaannya hanya terdapat pada keberadaan roda di kaki walker bagian depan atau bisa juga keempat kakinya. Penggunaan walker standar harus diangkat pada saat melangkah, namun untuk walker beroda hanya cukup menggelindingkan di lantai. Untuk tingkat stabilitasnya lebih baik walker standar daripada walker beroda.

Indikasi penggunaannya adalah digunakan untuk pasien yang terdapat patah tulang kaki dan pasien yang masih lemah.

Penggunaan walker bermanfaat untuk memberi rasa aman pada pasien, membantu mempercepat pengembalian kebugaran serta menjaga pasien saat melakukan latihan berjalan.

3.Tongkat

alat bantu jalan
Tongkat siku

Tongkat adalah alat bantu sederhana yang terbuat dari kayu atau logam. Biasanya digunakan oleh lansia dengan gangguan keseimbangan ringan.

Tongkat ini ada beberapa jenis misalnya tongkat standar, tongkat kaki tiga, dan tongkat kaki empat.

Penggunaan tongkat bermanfaat untuk membantu beraktivitas, mempertahankan posisi tubuh dan memperlancar peredaran darah.

4.Tripod

alat bantu jalan
Tripod

Tripod sesuai namanya merupakan alat bantu jalan yang memiliki tiga kaki. Biasanya digunakan oleh pasien yang kondisinya sudah bagus.

Indikasi penggunaannya digunakan untuk pasien stroke, osteoarthritis sendi lutut, dan gangguan keseimbangan pada lansia.

Tripod bermanfaat sebagai alat bantu jalan untuk pasien dengan gangguan jalan karena kelemahan di salah satu tungkai.

5.Kursi Roda

alat bantu jalan
Kursi roda listrik

Kursi roda merupakan alat bantu jalan bagi seseorang yang kesulitan berjalan dengan menggunakan kaki entah karena cacat,penyakit atau cidera.

Kursi roda ada dua jenis yaitu kursi roda manual dan listrik. Kursi roda manual dapat dioperasikan sendiri oleh pasien atau dapat juga atas bantuan orang lain dengan didorong dari belakang.

Namun bagi seseorang yang cacat dan ingin melakukan perjalanan yang lebih jauh, dapat menggunakan kursi roda listrik. Menariknya, kursi roda listrik memiliki fitur maju mundur, belok arah kiri kanan dan juga pengereman. Biasanya kursi roda listrik dilengkapi dengan alat isi ulang baterai sehingga praktis dilakukan dirumah.

Baca juga : 3 Jenis Kanker pada Wanita Paling Mematikan

 

Alat Penyangga Tubuh

1.Korset

alat penyangga tubuh
Korset lumbal

Korset merupakan alat bantu yang digunakan untuk membantu pasien dengan cidera pinggang atau tulang belakang.

Korset ada dua jenis yaitu korset lumbal dan korset TLSO.

Korset Lumbal merupakan alat bantu yang digunakan untuk perawatan pasien dengan cidera pinggang. Pada umumnya digunakan untuk menyembuhkan penyempitan saraf di daerah pinggang. Korset lumbal bermanfaat untuk melindungi jaringan saraf agar tidak terjepit, menyangga tubuh sementara ketika posisi tulang belakang tidak tepat, serta memperbaiki posisi tulang belakang yang kurang tepat.

Korset TLSO merupakan alat bantu yang digunakan untuk menyangga tulang belakang dari tulang ekor sampai bagian bawah leher. Korset TLSO bermanfaat untuk indikasi pasca operasi tulang belakang, membantu perawatan patah tulang belakang, dan bisa juga untuk membantu menegakkan postur tubuh yang agak membungkuk.

2.Cervical Collar

alat penyangga tubuh
cervical collar

Cervical Collar adalah sebuah alat ortopedi yang biasanya digunakan untuk menyangga leher dan kepala pasien.

Cervical Collar bermanfaat untuk pasien dengan trauma kepala yang disertai penurunan kesadaran, pasien dengan trauma leher, serat pasien dengan patah tulang leher.

3.Knee Decker

alat penyangga tubuh
Knee Decker via amazon.com

Knee Decker merupakan alat penyangga tulang yang biasanya digunakan pada bagian lutut untuk pasien dengan radang sendi seperti osteoarthritis.

Knee Decker bermanfaat untuk membantu menjaga kestabilan sendi saat beraktivitas, untuk membantu mengurangi beban berat badan yang sepenuhnya disangga oleh sendi lutut, dan untuk mengurangi nyeri pada lutut akibat osteoarthritis dan Remathoid Arthritis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *