7 Aplikasi Nanoteknologi yang Futuristik

Posted on

Aplikasi Nanoteknologi dalam berbagai bidang saat ini telah mulai bermunculan. Teknologi nano memang sedang menjadi trend baru dalam perkembangan teknologi belakangan ini. Sangat mungkin nanoteknologi akan mengubah dunia ini secara drastis.

Nanoteknologi atau teknologi nano adalah sebuah teknologi yang menggunakan skala nano atau sepersemilyar. Nanoteknologi ini berbasis pada pemanfaatan sifat-sifat suatu material pada ukuran nano atau seukuran atom. Bila suatu material dibuat dalam ukuran nano, maka akan dihasilkan material dengan sifat-sifat baru yang luar biasa. Misalnya, ilmuwan berhasil membuat material yang disebut graphene yang memiliki kekuatan ratusan kali daripada baja namun lebih ringan. Material seperti itu akan memungkinkan pembuatan peralatan baru yang lebih hebat misalnya elevator dari bumi ke luar angkasa.

Berikut ini ada beberapa aplikasi nanoteknologi yang futuristik. Beberapa aplikasi nanoteknologi di berbagai bidang ini telah mampu dibuktikan oleh para penemunya dan tinggal menunggu pemanfaatannya di kehidupan nyata manusia.

aplikasi nanoteknologi
Kayu Transparan

1.Kayu Transparan sebagai Material Pengganti Kaca

Sebuah material kayu namun berwujud tembus pandang atau transparan telah dikembangkan oleh ilmuwan dari University of Maryland. Hasil penelitian nano bioteknologi ini diklaim memiliki kekuatan setara atau melebihi baja namun dengan bobot yang lebih ringan.

Pada prinsipnya, pembuatan kayu transparan ini pertama adalah menghilangkan zat lignin pada kayu yang merupakan zat pemberi warna kayu. Kemudian langkah kedua adalah menyuntikkan epoxy pada pembuluh kayu untuk menguatkan kayu, membuatnya lebih transparan dan untuk menjaga serat nano selulosa.

Pemanfaatan kayu transparan ini sangat baik sebagai pengganti kaca. Kayu memiliki struktur sel dan serat alami sehingga tidak mudah pecah seperti kaca.

Kayu juga memiliki sifat material yang disebut haze, yang akan membuat cahaya yang menembus kayu transparan ini tidak akan langsung menuju mata sehingga akan lebih nyaman bila digunakan sebagai material rumah.

2.Antena dari Serat Nanotube

Seorang peneliti dari Rice University yaitu Amram Bengio, berhasil mengembangkan antena yang dibentuk dari serat nanotube carbon atau serat karbon berbentuk tabung seukuran nano.

Antena ini memiliki kemampuan yang sama dengan antena dari tembaga, namun keunggulan antena serat nanotube ini adalah memiliki bobot yang jauh lebih ringan dan fleksibilitas yang lebih baik.

Penemuan ini menawarkan lebih banyak aplikasi potensial dengan keuntungan praktis misalnya dalam dunia kedirgantaraan.

3.Meningkatkan Keberhasilan Transplantasi Organ dengan Nanoteknologi

Transplantasi organ misalnya transplantasi ginjal telah berhasil menyelamatkan banyak nyawa manusia meski resiko kegagalannya juga masih tinggi.

Kabar baiknya, dengan bantuan nanoteknologi maka tingkat keberhasilan transplantasi organ akan menjadi lebih tinggi. Para ilmuwan berhasil mengembangkan cara yang aman untuk menghidupkan kembali organ yang dibekukan dengan bantuan sejenis partikel nano.

Selama ini masih banyak organ pendonor yang masih sangat potensial namun justru terbuang sia-sia karena organ tersebut hanya dapat bertahan selama 4 hingga 36 jam saja. Kemudian cara terbaik agar dapat bertahan lebih lama adalah dengan dibekukan, namun dalam proses pembekuan dan pencairannya ternyata sel-selnya bisa mengalami kerusakan. Dengan bantuan nanoteknologi maka dalam proses pencairannya terbukti tidak menampilkan tanda kerusakan bahkan elastisitas organ juga tetap terjaga.

Baca Juga : Teknologi Metamaterial, Manusia Tembus Pandang Akan Menjadi Kenyataan

4.Memonitor Kerja Otak dengan Jaring Nano

Beberapa peneliti dari Universitas Harvard Amerika Serikat menanamkan jaring nano berisi perangkat elektronik mikro ke dalam jaringan otak tikus. Tujuan dari implan jaring nano ini sangat berpotensi untuk mengetahui cara kerja otak mamalia secara detail.

Penelitian tersebut bermula ketika para peneliti melihat bahwa sel-sel hidup dapat tumbuh dan bergabung dengan jaring nano di sebuah cawan petri. Berikutnya, tim membuat jaring dari benang-benang polimer konduktif dengan banyak transistor nano yang terpasang di dalamnya. Jaring tersebut diklaim sangat fleksibel hingga sejuta kali lebih fleksibel dari apapun di dunia ini.

Sejauh ini, tim peneliti yang dipimpin oleh Jia Liu ini berhasil menanamkan jaring nano dengan elemen listrik ke dalam otak tikus. Jaring ini terintegrasi dengan sel saraf otak karena neuron melihat jaring ini adalah bagian darinya.

Keberhasilan penelitian jaring nano ini pada otak akan berpotensi digunakan pada organ yang lain. Misalnya digunakan pada mata sehingga dapat mendeteksi kerusakan optik pada mata manusia.

5.Aplikasi Nanoteknologi di Bidang Industri Tekstil

Nanoteknologi mempunyai potensi komersial yang sangat besar di bidang industri tekstil baik untuk baju sehari-hari, kostum olahraga hingga baju militer. Kain dari serat nano atau disebut nanofiber memiliki keunggulan yang jauh lebih baik.

Nanofiber yang sangat halus dapat digunakan sebagai membran berpori pada pakaian olahraga. Selain sangat ringan, membran berpori ini dapat mengalirkan keringat dan udara keluar namun mencegah air dari luar masuk.

Nanofiber juga dapat digunakan untuk menghasilkan baju yang dapat menetralkan senyawa kimia dan memiliki sifat anti ultraviolet. Namun dengan segala keunggulannya, harga dari nanofiber saat ini masih sangat mahal. Dengan perkembangan penelitian yang dilakukan, maka diharapkan nanofiber semakin terjangkau secara komersial.

6.Ponsel Menjadi Anti Air dengan Nanoteknologi

Aplikasi nanoteknologi kali ini telah dikomersialkan secara umum dan dapat dicari offline atau online. Bahan anti air ini menggunakan teknologi nano yang ukuran partikel pelapisnya seperseribu kali ukuran rambut sehingga tak kasat mata.

Cara menggunakan bahan tersebut adalah dengan menyemprotkannya dalam bentuk uap pada ponsel. Setelah disemprot, maka ponsel menjadi aman ketika kehujanan bahkan sampai ke bagian mesinnya. Namun begitu jika tenggelam dalam air hanya dapat bertahan sekitar setengah jam saja.

Baca Juga : 10 Hal Menarik Tentang Relativitas Einstein

7.Pembangkit Listrik Tenaga Aliran Darah Manusia

Pembangkit listrik yang sering kita dengar adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Prinsip PLTA adalah menggunakan turbin yang digerakkan oleh aliran air, kemudian energi listrik dihasilkan dengan mengubah energi gerak menjadi energi listrik.

Prinsip tersebut oleh para peneliti dari Universitas Bern, Swiss digunakan untuk mengembangkan generator listrik dengan memanfaatkan aliran darah manusia. Generator yang digunakan merupakan sebuah turbin mini berukuran nano yang disebut nanogenerator.

Generator seukuran nano ini dibuat dari bahan fiber. Generator tersebut dipasang pada arteri manusia. Turbin kecil tersebut dapat menghasilkan listrik yang digunakan untuk peralatan yang dipasang pada tubuh manusia misalnya alat pacu jantung dan sensor tekanan darah.

Tujuan penelitiannya adalah dapat menghasilkan listrik sebesar 1 miliwatt karena jantung manusia diperkirakan dapat menghasilkan listrik hingga 1,5 Watt.

 

Referensi : Masyarakat Nano Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *