Mengenal 3 Pandemi Besar yang Pernah Menimpa Manusia

Posted on
pandemi besar
Epidemi flu di US, picture from wikipedia.org

Dunia saat ini sedang dalam kondisi yang luar biasa kacau dikarenakan adanya wabah virus berbahaya. Virus yang kemudian populer dengan nama Corona ini awalnya dari Wuhan Cina pada akhir tahun 2019. Hingga kini telah menyebar ke seluruh dunia dan akhirnya WHO mengumumkannya sebagai pandemi.

Ternyata pandemi virus tidak hanya terjadi sekali ini saja, tercatat dalam sejarah bahwa dunia pernah mengalami beberapa pandemi besar dalam 1000 tahun ini. Mari kita mengenal sejarah pandemi besar yang pernah menimpa manusia sebelum adanya pandemi Covid-19 ini.

1.The Black Death

Istilah the black death atau maut hitam ini mengacu pada kondisi pasien yang di beberapa bagian tubuhnya menghitam karena jaringan didalamnya mati. Penyakit ini mewabah terutama di Eropa pada tahun 1346 hingga 1353 dan menewaskan sekitar 50 juta jiwa warga eropa, bahkan bisa mencapai 75 juta jiwa bila digabung dengan korban dari Asia.

The black death merupakan penyakit pes disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang hidup pada kutu tikus. Menurut sejarawan, pes masuk melalui selatan Rusia pada tahu 1346.

Persebaran penyakit pes ini terjadi karena adanya kapal dagang yang transit antar negara. Tikus-tikus yang berada di dalam kapal banyak terinfeksi pes, sehingga dalam perjalanan kapal tersebut, banyak tikus yang mati. Meski tikus mati tapi kutu-kutunya masih tetap bertahan hidup sehingga kutu tersebut mencari inang baru yaitu manusia.

Dikarenakan adanya jalur perdagangan diantara negara Eropa, maka persebaran wabah pes menyeluruh ke seantero Eropa. Banyaknya angka kematian menyisakan trauma mendalam bagi warga Eropa pada penyakit pes ini. Hingga di tahun-tahun berikutnya masih muncul wabah ini meski tidak separah kasus the black death, diantaranya di Italia tahun 1629, London tahun 1665 dan Marseille tahun 1720.

Hingga pada awal abad ke-20, pes ini sampai juga ke Hindia Belanda (Indonesia). Diduga pes di Indonesia ini berawal dari Sumatra melalui jalur perdagangan Eropa dan Asia. Meski tidak pernah terdengar wabah pes di Sumatra, namun terdapat jejak penyakit pes disana. Hingga kemudian tahun 1910, pulau Jawa yang saat itu mengalami paceklik, akhirnya mengimpor beras dari negara lain. Pada saat itulah penyakit pes mulai terbawa dan menularkan ke warga Jawa terutama di Malang. Meski bongkar muat beras di Surabaya, namun beras tersebut disimpan di gudang-gudang di Malang.

Maret 1911 baru diketahui bahwa penyakit yang telah mulai mewabah sejak akhir 1910 tersebut ternyata adalah pes. Seseorang yang telah terjangkiti pes ini dapat meninggal seminggu setelahnya, tingkat kematian yang tinggi dalam waktu cepat ini menyebabkan pemerintah kolonial Belanda pontang-panting untuk menghadapinya karena trauma dengan kejadian yang menimpa di Eropa.

Sejak itu, dari Malang penyakit ini menyebar ke Surabaya dan Kediri. Pada Gelombang kedua menyebar ke Jawa Tengah di daerah Surakarta dan gelombang ketiga menyebar ke Jawa Barat dimulai di Cirebon tahun 1934. Wabah pes di Jawa ini telah menewaskan sekitar 2000 orang pertahun.

2.Kolera

Wabah besar kedua adalah penyakit kolera. Penyakit ini kalo di negara kita sering disebut muntaber (muntah dan berak), bila dalam kondisi berat dapat menyebabkan dehidrasi parah dan kegagalan kerja ginjal sehingga menyebabkan kematian.

Kolera baru dikenal secara luas dan lengkap informasinya sejak abad 19. Sebenarnya sejak zaman kuno, sudah ada data mengenai penyakit ini dari dokter Yunani Kuno, diperkirakan kolera berasal dari India.

Wabah kolera ini mengglobal terjadi dalam beberapa gelombang. Pertama pada tahun 1817, terjadi di India dan menyebar ke negara-negara yang memiliki hubungan dagang dengan India, diantaranya Burma dan Sri Lanka.

Gelombang kedua pada 1830, terjadi di Eropa dan merambah ke Amerika. Gelombang ketiga pada pada 1852, terjadi Pandemi besar mematikan berawal dari India kemudian menyebar ke Eropa melalui Persia dan berlanjut ke Amerika hingga ke seluruh dunia. Meski korban jiwa tidak sebanyak wabah pes di Eropa, namun korbannya kolera juga banyak hingga ratusan ribu korban tiap negara yang terjangkit.

Hindia Belanda (Indonesia) juga tidak luput dari wabah kolera ini, terjadi mulai gelombang pertama pada 1819. Wabah kolera masuk ke Hindia Belanda karena memiliki hubungan dagang dengan India melalui Malaka. Wabah ini terutama menjangkiti daerah yang dilalui perjalanan kapal dagang misalnya pantai utara Jawa yaitu Batavia, Semarang dan Surabaya.

Sanitasi yang buruk dan kurangnya menjaga kebersihan menjadi penyebab utama penularan kolera. Sungai yang kotor dan pemakaian air sungai untuk minum tanpa dimasak, hal ini lah yang menjadikan kolera mewabah di Jawa. Diperkirakan ada ratusan ribu jiwa meninggal akibat wabah kolera di Jawa hingga tahun 1821.

Kini penyakit kolera dapat dikendalikan setelah didapatkan informasi lengkap mengenai penyebabnya, dan juga setelah ditemukan obatnya.

Baca juga : 13 Penyakit Keturunan pada Manusia yang Perlu Diketahui

3.Flu Spanyol

Flu Spanyol merupakan flu tipe H1N1 yang mematikan. Terjadi pada tahun 1918 dan membinasakan 50-100 juta penduduk dunia, wabah yang juga menjadi pandemi besar ini lebih mematikan daripada the black death.

Wabah ini disebut flu Spanyol karena pemberitaan paling gencar dilakukan oleh media Spanyol. Hal ini karena Spanyol merupakan negara netral di perang dunia I, sedangkan negara lain tidak memberitakan mengenai wabah ini di negaranya karena berkaitan dengan mental tentaranya saat perang bila mengetahui penyakit ini telah mewabah di negaranya.

Meski disebut flu Spanyol, namun penyakit ini tidak lah berasal dari Spanyol. Sebelum mewabah di Spanyol, diperkirakan flu ini sudah mulai muncul di Amerika dan Perancis, meski juga informasi tersebut masih simpang siur karena kondisi perang dunia I yang saling menyembunyikan informasi berkaitan dengan wabah.

Virus ini menyebar dengan cepat apalagi situasi perang dunia yang memungkinkan perpindahan antar manusia antar negara. Virus ini juga ganas karena menjangkiti sekitar 60% penduduk dunia yang berjumlah 1,7 milyar saat itu.

Hindia Belanda (Indonesia) juga tidak luput dari wabah flu Spanyol ini. Penyebaran ke Hindia Belanda berasal dari jalur perdagangan dari Cina tahun 1918. Meski saat itu sudah diperingatkan, namun pemerintahan kolonial terkesan meremehkan dan kurang mendapat perhatian sehingga tidak ada persiapan ketika virus ini mulai masuk dan mulai mewabah.

Meski tidak ada data jelas mengenai korban jiwa di Hindia Belanda namun diperkirakan tiap daerah di seluruh Hindia Belanda terdapat 15% korban jiwa dari jumlah penduduk daerahnya. Hingga pada tahun 1919, wabah ini mulai mereda, namun menurut sejarah, tidak ada protokoler yang sigap dilakukan oleh pemerintahan kolonial pada saat itu. Sehingga dari pengalaman itu, dibuatlah protokol resmi yang disahkan tahun 1920, untuk mengatasi bila suatu saat terjadi wabah hingga bersifat pandemi besar.

Sumber Referensi : Tirto.id , Republika.co.id , wikipedia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.