Penjelasan Azoosperma, Oligozoosperma, Asthenozoosperma, Teratozoosperma

Posted on
azoosperma

Satu hal yang sangat dinanti pasangan menikah adalah segera mendapat keturunan. Namun sebagian pasangan kesulitan untuk mendapat keturunan bahkan setelah berobat kemanapun.

Sulit mendapat keturunan atau infertilitas bisa disebabkan baik yang wanita atau laki-laki. Pada laki-laki, hal utama untuk bisa memberikan keturunan adalah memiliki sel sperma yang banyak dan berkualitas.

Ada beberapa kasus infertilitas pada laki-laki berkaitan dengan sel sperma. Beberapa diantaranya adalah azoosperma, oligozoosperma, asthenozoosperma dan teratozoosperma.

1.Azoosperma

Azoosperma adalah kondisi pada laki-laki ketika air mani nya tidak ada kandungan sel sperma atau jumlah spermanya nol.

Azoosperma terjadi pada 1% dari jumlah laki-laki di dunia. Azoosperma bisa terjadi karena testis sebagai pabrik penghasil sel sperma telah gagal menjalankan tugasnya. Namun selain karena masalah di testis, ada juga karena masalah di salurannya.

Azoosperma ada dua jenis yaitu azoosperma non obstruktif, yaitu terjadi karena tidak berfungsinya testis untuk menghasilkan sel sperma. Azoosperma jenis ini hampir pasti tidak bisa disembuhkan secara medis.

Kedua adalah azoosperma obstruktif, yaitu disebabkan karena adanya penyumbatan pada sistem reproduksi. Pada kasus ini, sebenarnya sel sperma telah diproduksi oleh testis, namun dalam perjalananya ada hambatan sehingga sel sperma tidak bergabung dengan air mani.

Azoosperma obstruktif bisa dilakukan pengobatan secara medis yaitu dengan operasi pada saluran yang menghambat sel sperma. Operasi yang dimaksud misalnya vasectomi reversal, microTese, Tured. Jika operasi berhasil maka proses reproduksi kemungkinan besar berhasil sehingga dapat memiliki keturunan.

Baca juga : Cara Menurunkan Kolesterol Alami dan Ampuh

2.Oligozoosperma

Oligozoosperma adalah kondisi apabila jumlah sel sperma kurang dari normal. Normalnya jumlah sel sperma adalah 15-20 juta per mili, cairan mani yang keluar saat ejakulasi sekitar 2-5 mili.

Laki-laki yang mengalami oligozoosperma juga akan kesulitan mendapat keturunan. Namun kondisi ini masih bisa dilakukan pengobatan dan berpeluang menjadi normal jumlahnya.

Penyebab oligozoosperma antara lain kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, ketidakseimbangan hormon, infeksi pada organ reproduksi.

Untuk memperbaikinya, dicari dulu penyebabnya sehingga dapat dilakukan pengobatan dengan tepat. Selain itu pola hidup sehat harus diterapkan.

3.Asthenozoosperma

Asthenozoosperma adalah kondisi sel sperma dalam pergerakannya tidak selincah pada sel sperma normal. Sel sperma agar dapat membuahi sel telur membutuhkan jarak yang jauh dari vagina kemudian melewati rahim menuju tuba falopi tempat bertemu keduanya.

Sel sperma normal bergerak 25 mikrometer per detik, jika kurang dari itu maka dianggap asthenozoosperma. Ada juga pergerakan yang tidak normal yaitu hanya berputar-putar saja, bahkan ada yang tidak bergerak sama sekali.

Penyebab asthenozoosperma antara lain karena gaya hidup yang tidak sehat, misal makan tidak bergizi, merokok, minum alkohol, tidak berolahraga. Selain itu suhu pada testis juga dapat mempengaruhi kualitas sel sperma, sehingga sebaiknya laki-laki tidak menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat untuk menjada suhu tetap normal. Pembengkakan pembuluh darah di testis yang sering disebut verikokel juga dapat mempengaruhi suhu.

Jika penyebabnya verikokel maka bisa dilakukan operasi. Namun jika penyebabnya gaya hidup, maka solusinya tentu memperbaiki gaya hidup yang sehat.

4.Teratozoosperma

Teratozoosperma adalah kondisi sel sperma yang memiliki bentuk yang tdiak normal sehingga kesulitan membuahi sel telur. Sel sperma normal memiliki kepala, tengah dan ekor yang memiliki bentuk dan fungsi masing-masing.

Penyebab teratozoosperma antara lain karena kelainan genetik, faktor psikologis misal stress dan kelelahan, ada infeksi di saluran reproduksi serta gaya hidup yang tidak sehat.

Untuk mengatasinya yaitu dengan memperbaiki gaya hidup sehat dan memperbaiki kondisi psikologis. Jika dikarekan kelainan genetik tentu membutuhkan teknologi tinggi dalam kedokteran agar dapat memiliki keturunan.

Itulah tadi penjelasan tentang azoosperma, oligozoosperma, athenozoosperma dan teratozoosperma.

Dari penjelasan tersebut kita menjadi paham bahwa sel sperma yang dapat membuahi sel telur harus memiliki beberapa syarat yaitu jumlah sel sperma yang memadai, gerak sel sperma yang lincah serta bentuk sel sperma juga harus normal.

Referensi : alodokter, hellosehat, kumparan, tirto

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.